Iklan Baris

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Mei 2011

Konsumsi Susu Berlebihan Picu Osteoporosis?


JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli gizi klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Samuel Oetoro, MS, SpGK, tidak menyangkal pendapat bahwa konsumsi susu yang  berlebihan dapat memicu timbulnya osteoporosis atau keropos tulang.
Menurut Samuel, susu adalah makanan dengan kandungan gizi lengkap termasuk di dalamnya  protein, kalsium dan asam lemak penting bagi tubuh. Tetapi, susu bisa saja memberi efek merugikan apabila konsumsinya setiap hari membuat seseorang menjadi kelebihan asupan protein.
"Karena kita tahu, di dalam susu kan mengandung protein. Kalau orang konsumsi proteinnya berlebihan, dia akan menarik kalsium dari dalam tulang," katanya, Jumat, (27/5/2011) lalu di Jakarta.
Samuel memaparkan, kebutuhan  protein orang normal antara 0,8 gram sampai 1,5 gram/kg berat badan. Tetapi kalau dalam kondisi sakit, dapat diberikan sampai 1,5 gram bahkan 2 gram/kg berat badan.
"Artinya kalau anda beratnya 60 kg, maksimal (kebutuhan protein) sehari 120 gram. Kalau anda minum susu misalnya sehari sampai 10 gelas, berarti kan 60-70 gram. Padahal, kebutuhan anda 100 gram, dan anda masih makan nasi, ayam, ikan. Artinya anda akan kelebihan (protein). Kalau kelebihan, pelan-pelan kalsium akan ditarik dari dalam tulang," jelasnya.
Meski begitu Samuel menegaskan, jangan mengartikan susu secara langsung sebagai penyebab osteoporosis. Pasalnya, banyak manfaat yang diperoleh dari susu sebagai bahan makanan yang mengandung gizi lengkap dan seimbang.
"Justru susu bagusnya, dia akan memasukan kalsium ke dalam tulang dan dia akan mencukupi asupan protein. Di mana untuk terbentuknya tulang, itu perlu protein. Karena protein itu ibaratnya perekat," imbuhnya.
Samuel menambahkan, penyebab terjadinya osteoporosis bukan semata-mata karena seseorang kekurangan kalsium, melainkan disebabkan banyak faktor.
"Osteoporosis itu banyak faktor penyebabnya atau multifaktorial. Seperti sinar matahari, benturan, aktivitas, itu akan lebih memperkuat tulang," tandasnya.

Hipertensi Makin Banyak Diderita Orang Muda


KOMPAS.com — Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang sering dijumpai seiring dengan bertambahnya usia. Namun, kini penyakit ini semakin banyak diderita orang muda. Di Amerika, sekitar 1 dari 5 orang berusia kurang dari 35 tahun menderita hipertensi.
Karena tidak menimbulkan gejala, banyak orang mengabaikan hipertensi. Padahal, penyakit ini berkaitan erat dengan penyakit jantung, gagal jantung, stroke, serta gagal ginjal.
Penelitian yang dilakukan National Institute of Health Amerika terhadap 14.000 orang berusia 24-32 tahun menemukan 19 persen responden menderita tekanan darah tinggi.
Penyebab hipertensi umumnya sulit ditentukan dan keadaan ini berhubungan dengan riwayat hipertensi dalam keluarga. Itu sebabnya kebiasaan memeriksakan tekanan darah secara teratur merupakan kebiasaan yang baik untuk kesehatan.
Walau obat-obatan hipertensi semakin maju, terapi utama hipertensi selalu dimulai dengan modifikasi gaya hidup yang meliputi pengaturan makan, menghindari konsumsi garam berlebih, dan olahraga teratur. Jika upaya nonfarmakologis ini tidak berhasil, baru digunakan obat hipertensi.

Jumat, 27 Mei 2011

Manfaat di Balik Amisnya Minyak Ikan



KOMPAS.com — Meskipun baunya amis, manfaat minyak ikan bagi kesehatan manusia sangat besar. Selain vitamin A dan D, asam lemak tidak jenuh ganda yang dikandungnya meningkatkan kecerdasan dan sistem kekebalan tubuh anak balita. Bagi orang dewasa, mengonsumsi lemak ikan juga dapat menangkal kanker, diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner.
Dibandingkan lemak hewani lainnya, lemak ikan (lebih dikenal dengan istilah minyak ikan) sangat sedikit mengandung kolesterol. Hal ini sangat menguntungkan bagi kesehatan karena kolesterol yang berlebih dapat menimbulkan gangguan kesehatan.  Meningkatnya kesadaran masyarakat akan perlunya gizi yang baik untuk menunjang kesehatan telah mendorong meningkatnya konsumsi minyak ikan di dunia.
Hal ini didasari suatu kenyataan bahwa minyak ikan (khususnya ikan laut) mengandung banyak asam lemak tidak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acids/PUFA). Asam lemak tak jenuh ganda tersebut sangat bermanfaat bagi proses kecerdasan, penglihatan, dan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, bermanfaat juga dalam menanggulangi masalah aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah) dan penyakit jantung koroner.
Ikan Laut Lebih Baik
Berdasarkan tempat penimbunan minyaknya, ikan dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok. Pertama, kelompok ikan yang menyimpan minyak dalam hati (fish liver oil), seperti ikan kembung, cod, dan hiu. Kedua, kelompok ikan yang menyimpan minyaknya dalam daging (fish body oil), seperti ikan lemuru, paus, sidat, tongkol, makarel, dan ikan herring.
Berdasarkan kandungan minyaknya, ikan dapat dikelompokkan menjadi: (1) ikan berlemak sedikit (lean fish) dengan kandungan minyak kurang dari 2 persen, (2) ikan berlemak rendah (low fat) dengan kandungan minyak 24 persen, (3) ikan berlemak sedang (medium fat) dengan kandungan minyak 48 persen, (4) ikan berlemak tinggi (high fat) dengan kandungan minyak lebih dari 8 persen.
Kadar minyak dalam ikan sangat bervariasi, dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu: spesies (jenis) ikan, jenis kelamin, tingkat kematangan (umur), musim, siklus bertelur, dan lokasi geografis. Komposisi minyak ikan laut lebih kompleks, mengandung asam lemak tak jenuh berantai panjang, yang lebih banyak dibandingkan ikan air tawar.
Asam lemak tak jenuh berantai panjang pada minyak ikan laut umumnya mengandung 18, 20, dan 22 atom karbon, yang dihubungkan oleh 36 ikatan rangkap. Sementara komposisi asam lemak ikan air tawar umumnya mengandung 16 dan 18 atom karbon, yang dihubungkan oleh 13 ikatan rangkap. Makin panjang rantai karbon dan makin banyak jumlah ikatan rangkap penyusun asam lemak, maka makin besar peranan asam lemak tersebut bagi kesehatan.
Lemak ikan terdiri dari unit-unit kecil yang disebut asam lemak. Asam lemak pada minyak ikan terdiri dari tiga tipe, yaitu: (1) asam lemak jenuh (tidak mempunyai ikatan rangkap), contohnya asam palmitat, asam miristat, dan asam stearat, (2) asam lemak tak jenuh tunggal (mempunyai satu ikatan rangkap), contohnya oleat, dan (3) asam lemak tak jenuh ganda (mempunyai lebih dari satu ikatan rangkap), contohnya linoleat, linolenat, arakidonat (AA), eikosapentaenoat (EPA), dan dokosaheksaenoat (DHA). DHA banyak terdapat pada ikan laut jenis salmon, tuna (terutama tuna sirip biru yang memiliki DHA lima kali lebih banyak), sarden, herring, makarel, serta kerang-kerangan. Umumnya minyak ikan mengandung sekitar 25 persen asam lemak jenuh dan 75 persen asam lemak tak jenuh.
Risiko Kematian Berkurang
Penelitian epidemiologi menunjukkan ada hubungan terbalik antara konsumsi ikan dan terjadinya penyakit jantung koroner. Pada kelompok yang mengonsumsi ikan sekurang-kurangnya 30 gram sehari, risiko kematian karena penyakit jantung koroner menjadi berkurang 50 persen dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi ikan. Zat aktif yang berperan penting dalam hubungan tersebut adalah asam lemak Omega-3.
Minyak ikan berbeda dengan minyak nabati dan hewan darat. Minyak ikan umumnya mempunyai komposisi asam lemak dengan rantai karbon yang panjang dan ikatan rangkap yang banyak (polyunsaturated fatty acids/PUFA). Asam lemak pada minyak ikan mempunyai konfigurasi Omega-3, sedangkan pada tumbuhan dan hewan darat sangat sedikit kandungan asam lemak Omega-3-nya. Minyak tumbuhan lebih banyak mengandung asam lemak berkonfigurasi Omega-6 daripada Omega-3.
Asam lemak Omega-3 yang dominan pada ikan adalah asam linolenat yang tersusun dari 18 atom karbon dan 3 ikatan rangkap, asam eikosapentaenoat (eicosapentaenoic acid/EPA) yang tersusun dari 20 atom karbon dan 5 ikatan rangkap, serta asam dokosaheksaenoat (docosahexaenoic acid/DHA) yang tersusun dari 22 atom karbon dan 6 ikatan rangkap.
Asam lemak Omega-3 banyak dijumpai pada ikan laut, seperti lemuru, herring, makarel, salmon, tuna, dan anchovy. Minyak ikan lemuru kaya akan EPA yang jumlahnya dapat mencapai 7,1 g/100 g, sedangkan minyak ikan tuna kaya akan DHA dengan jumlah 8,2 g/100 g.
Ikan dalam kaleng bukan merupakan sumber Omega-3 yang baik, karena dalam prosesnya, minyak ikan tersebut sengaja dibuang dan diganti dengan minyak kelapa, saus tomat, atau air garam sebagai media perendam. Penghilangan minyak sengaja dilakukan agar ikan kaleng tidak mudah tengik akibat teroksidasinya asam lemak tidak jenuh dari ikan.
Asam lemak Omega-3 telah terbukti sangat besar manfaatnya bagi kesehatan, yaitu: (1) bersifat hipokolesterolemik (menurunkan kadar kolesterol darah), (2) mencegah terjadi penggumpalan keping-keping darah sehingga menghindari penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis) dan mencegah penyakit jantung koroner, (3) mengurangi risiko penyakit diabetes melitus (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), aneka kanker, penyakit kulit, serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh, (4) berperan penting dalam proses tumbuh kembang otak janin.
Tiga Masa Kritis
Dalam hubungannya dengan aktivitas Omega-3, terdapat tiga masa kritis dalam kehidupan manusia, yaitu pada saat kehamilan, menyusui, dan masa balita. Selama masa kehamilan, asam lemak Omega-3 ditransfer melalui plasenta menuju fetus. Selama masa menyusui, diet yang diperoleh ibu akan memengaruhi kandungan asam lemak Omega-3 dalam air susunya. Dengan demikian, makanan yang dikonsumsi ibu selama masa kehamilan dan menyusui harus mengandung asam lemak Omega-3 dalam jumlah cukup, terutama yang berasal dari konsumsi ikan maupun konsentrat minyak ikan.
Pada masa balita, Omega-3 akan berakumulasi di dalam otak dan retina mata. Perkembangan otak manusia terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan, hingga dua tahun pertama setelah kelahiran.
Melihat proses tumbuh kembang otak bersifat unik dan berlangsung dalam waktu relatif singkat, status gizi ibu yang buruk selama mengandung dan menyusui akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan terganggunya otak, baik dalam jumlah maupun kelengkapan sel-sel otak. Kondisi tersebut dapat memengaruhi daya ingat dan kecerdasan, yang dapat  berlangsung terus sampai dewasa.
Mengingat demikian banyak keuntungan yang diperoleh dari minyak ikan, beberapa industri berlomba-lomba membuat konsentrat minyak ikan. Produk tersebut dalam bentuk campuran maupun murni, berupa kapsul EPA dan DHA. Konsentrat minyak ikan tersebut dilapisi dengan gelatin sebagai pelindungnya.
Pada umumnya yang dijual di pasaran adalah konsentrat minyak ikan dalam bentuk kapsul gelatin ukuran 1 gram dengan vitamin E tambahan sebesar 1 IU per gram sebagai penstabil. Produk ini telah dikembangkan oleh banyak negara (terutama Jepang dan Korea) sebagai bahan obat dan/atau suplemen gizi. Khusus untuk anak balita, minyak ikan juga diperjualbelikan dalam bentuk sirup atau emulsi. 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan British Nutrition Foundation menyarankan penambahan DHA pada susu formula bayi dengan dosis anjuran 20 miligram per kilogram berat bayi normal, atau 40 miligram per kilogram berat bayi prematur. Asupan DHA yang cukup akan membantu anak berkonsentrasi dan membuat anak-anak yang hiperaktif menjadi lebih tenang.
Prof. Dr. Made Astawan
Dosen di Departemen Teknologi Pangan dan Gizi – IPB

Gizi Susu Segar Lebih Baik


KOMPAS.com — Rasanya tak ada yang meragukan nilai gizi yang terkandung pada susu. Susu merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang perlu dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Akan tetapi, susu menjadi bahan pangan yang tidak layak konsumsi jika tidak ditangani dengan benar.
Saat ini di pasaran tersedia berbagai produk susu, ada yang dalam bentuk bubuk, susu kental manis, atau susu segar. Akan tetapi, susu kental manis tidak terlalu dianjurkan untuk konsumsi sehari-hari karena kandungan gulanya yang tinggi.
Susu segar, menurut dr Samuel Oetoro, SpGK dari Klinik Semanggi, memiliki keunggulan dibanding susu kental manis atau susu bubuk karena proses pengolahannya tidak berlebihan sehingga zat gizi yang terbuang lebih sedikit.
"Susu segar, baik yang di-pasteurisasi atau susu UHT (ultrahigh temperature), sama-sama memiliki keunggulan nilai gizi yang tinggi. Selain itu, susu yang sudah siap minum ini rasa susunya lebih terasa," katanya.
Sementara susu bubuk, yang proses pengolahannya merupakan susu cair yang dikeringkan, menurut dr Samuel, akan kehilangan beberapa zat gizi. "Memang di zaman sekarang ini susu bubuk disuplementasi, zat gizi yang terbuang dalam pengolahan akan ditambahkan lagi. Tetapi, jika ingin memilih yang natural, tentu pilihannya susu segar," katanya.
Meski demikian, susu bubuk memiliki keunggulan daya tahan yang lama dan praktis karena mudah dibawa-bawa. Sementara itu, jika Anda lebih memilih susu segar yang langsung dibeli dari peternak, dr Samuel mengingatkan pentingnya mencari sumber susu yang aman.
"Meski bersifat alami, tetapi pilih peternakan yang menjaga kualitas produknya. Perhatikan apakah pangan ternak itu mengandung kontaminan atau tidak," katanya.

Jus Bayam Atasi Tukak Lambung


KOMPAS.com  - Sayur kesukaan Popeye, tokoh kartun pelaut ini memang enak disayur bening. Selain menghilangkan lesu, bayam yang dibuat jus bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam penyakit pencernaan, salah satunya tukak lambung.
Bayam, tanaman sayuran yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus spp (dalam bahasa Yunani, amaranth berarti abadi) pada mulanya dikenal sebagai tanaman hias. Namun, setelah diketahui mengandung berbagai macam zat gizi, tanaman ini lalu dipromosikan sebagai sumber pangan juga.
Tanaman dari keluarga Amaranthaceae ini memiliki sekitar 60 genus yang terbagi dalam sekitar 800 spesies bayam. Namun, dari sekian banyak jenis itu, bayam dibedakan atas dua macam, yaitu bayam liar dan bayam budi daya.
Dikenal dua jenis bayam liar, yakni bayam tanah (A. blitum L.) dan bayam berduri (A. spinosus L.). Ciri utama bayam liar adalah batangnya berwarna merah dan daunnya kaku (Jawa: kasap).
Jenis bayam budi daya dibedakan menjadi dua macam, yakni bayam cabut, bayam sekul, atau bayam putih (A. tricolor L.) dan bayam tahun atau bayam kakap. Ciri-ciri bayam cabut adalah memiliki batang berwarna kemerah-merahan atau hijau keputih-putihan, dan bunga keluar dari ketiak cabang. Bayam cabut yang batangnya merah disebut bayam merah, sedangkan yang batangnya putih disebut bayam putih. Bayam tahun atau bayam kakap (A. hybridus L.) cirinya berdaun lebar. Bayam jenis ini dibedakan atas dua spesies, yaitu A. hybridus caudatus L dan A. hibridus paniculatus L.
Ciri A. hybridus caudatus L. berdaun agak panjang dengan ujung runcing, berwarna hijau kemerah-merahan atau merah tua, bunganya tersusun dalam rangkaian panjang terkumpul pada ujung batang. A. hibridus paniculatus L. mempunyai dasar daun yang lebar sekali, berwarna hijau, rangkaian bunga panjang tersusun secara teratur dan besar-besar pada ketiak daun.
Raja Sayuran
Kandungan gizi bayam demikian banyak. Menurut Dr. Seno Sastroamidjojo, dalam 100 gram bayam terkandung tenaga sebesar 21,0 Kcal, air 92,9 gr, protein 2,1 gr, lemak 0,2 gr, karbohidrat 2,7 gr, serabut 0,7 gr, abu 1,4 gr, kalsium 90,0 mg, fosfor 29,0 mg, besi 3,8 mg, natrium 131,0 mg, kalium 385,0 mg, betakaroten 4080,0 ug, vitamin B1 0,08 mg, vitamin B2 0,15 mg, niacin 0,7 mg, dan vitamin C 76,7 mg. Karena kandungan nutrisinya yang tinggi inilah, bayam sering disebut sebagai 'King of Vegetables' atau 'Raja Sayuran'.
Kandungan asam folat dan asam oksalat membuat bayam bisa dipakai untuk membantu mengatasi berbagai macam masalah. Misalnya menurunkan kadar kolesterol, mencegah sakit gusi, mengobati eksim, asma, untuk perawatan kulit muka, kulit kepala, dan rambut. Yang paling terkenal adalah mengobati rasa lesu dan kurang bergairah sebagai tanda kurang darah.
Lebih dari itu, serat yang cukup tinggilah yang sangat mempengaruhi kenapa bayam bagus untuk pencernaan kita. Dengan demikian, penyakit seperti sembelit, jantung, stroke, dan persoalan mengenai tekanan darah dan pembuluh darah bisa diatasi. Namun, di samping manfaatnya, bayam tetap memiliki keterbatasan. Kelemahan bayam terletak pada saat proses pengolahannya. Kita tidak boleh memasak sayur bayam dengan panci aluminium. Aluminium ini bisa menyebabkan racun karena bereaksi dengan zat besi yang terkandung di dalam bayam.
Lebih dari itu, kita juga tidak boleh mengonsumsi sayur bayam kalau sayur tersebut sudah lewat dari lima jam sejak dimasak. Dan seperti sayuran lain, bayam juga tidak baik bila dimasak terlalu lama di atas api karena menyebabkan gizinya banyak yang terbuang.
Dan yang paling penting harus diperhatikan adalah mereka yang menderita asam urat dan rematik. Mereka tidak boleh mengasup sayur jenis ini karena bisa menyebabkan rasa ngilu yang berlebihan dan asam urat kambuh. Ini terjadi karena kandungan zat purin dalam bayam sangat tinggi. Purin inilah yang kemudian diubah menjadi asam urat dalam tubuh.
Berbagai Ramuan Bayam
Selain dibuat sayur bening, kita bisa menggunakan bayam untuk keperluan pengobatan. Berikut ini beberapa ramuan bayam yang diambil dari berbagai sumber, salah satunya dari buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Bagian 2.
Sembelit, Sakit Gusi, Tukak Lambung
Bahan: -    seikat bayam -    sesendok madu
Cara Membuat:
Cara I Bersihkan bayam terlebih dahulu dan potonglah akarnya. Masukkan dalam juicer. Setelah itu minumlah jus sebanyak setengah liter sehari. Lakukan selama beberapa hari
Cara II Setelah dicuci dan dipotong, giling bayam sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air matang dan satu sendok makan madu. Setelah itu diperas dan disaring. Minum tiga kali sehari, setiap kali setengah cangkir.
Perawatan Kulit Muka, Kepala, dan Rambut
Bahan: -    segenggam kunyit -    seikat daun bayam
Cara Membuat:
Cara I Bayam dibersihkan, baru diblender. Setelah itu peras dan ambil airnya. Ambil kunyit setelah dibersihkan. Potong kecil-kecil dan masukkan ke blender. Tambahkan air secukupnya. Peras kunyit dan tinggalkan air sarinya. Campur air sari kunyit dan bayam. Tambahkan dengan sedikit air hangat. Gunakan untuk mencuci muka atau keramas.
Cara II Masukkan seikat bayam yang sudah dibersihkan ke dalam jucier. Gunakan jus bayam untuk menggosok seluruh bagian wajah Anda di sekitar sudut mata, dahi, bibir, dan dagu. Lakukan perawatan ini selama lima menit ketika bangun pagi dan malam hari menjelang tidur. Bila perlu bilaslah dengan air dingin.
Bronkitis, Anemia, Demam, Keputihan, Gangguan Lever
Bahan -    seikat bayam -    sesendok madu
Cara Membuat: Masukkan bayam dalam blender dengan ditambah sedikit air matang. Peras hasil blenderan bayam dan tambahkan madu ke dalamnya. Minum sehari sekali, satu gelas.
Disengat Lebah, Ulat Bulu, Lipan
Bahan:  -    segenggam bayam
Cara Membuat Memarkan bayam dan tempelkan pada bagian tubuh yang sakit atau gatal. Bisa juga dilengkapi dengan membuat jus bayam dan diminum sehari sekali satu cangkir. @Abdi Susanto

Hajar Kolesterol Jahat dengan Tomat


Bagi Anda yang sedang berjuang menurunkan kadar kolesterol atau tekanan darah tinggi, kini ada suatu solusi praktis dan enak.  Mulai saat ini, rajinlah mengonsumsi makanan yang mengandung buah tomat seperti pasta atau jus tomat.

Menurut laporan riset yang dimuat jurnal Maturitas, makanan dari tomat yang sudah dimasak seperti pasta ternyata memiliki khasiat yang nyaris sama seperti obat kimia penurun kolesterol.

Seperti dilansir Daily Mail, para ahli merekomendasikan bahwa tomat dapat menjadi   "alternatif yang efektif" pengganti statin, jenis obat yang umumnya diresepkan untuk kondisi yang menyebabkan gangguan jantung.
Menurut peneliti, dengan hanya mengonsumsi dua ounces atau sekitar 60 gram pasta tomat atau seperdelapan sari buah tomat setiap hari sudah cukup bagi pasien untuk memeroleh manfaat tersebut.

Rahasianya terletak pada senyawa likopen yang memberi warna merah terang pada tomat matang. Antioksidan kuat ini penting bagi kesehatan  dalam menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Peneliti menekankan, tomat yang sudah dimasak adalah sumber terbaik. Hal itu telah dibuktikan dalam penelitan di mana tubuh dapat menyerap lebih banyak likopen dari tomat masak daripada tomat yang belum di masak.

Ini merupakan kajian para ahli di Australia yang menganalisis 14 penelitian internasional tentang manfaat likopen dalam 55 tahun terakhir. Mereka menyimpulkan, senyawa tersebut dapat memberi perlindungan alami terhadap dampak peningkatan kadar "kolesterol jahat" atau  rendahnya densitas lipoprotein di dalam darah.

Efeknya tomat yang dimasak dapat disejajarkan dengan dosis kecil statin yang digunakan untuk mengobati pasien dengan kolesterol atau tekanan darah tinggi. Kondisi ini bisa menjadi faktor penyakit kardiovaskuler.

Salah satu penulis penelitian, Dr Karin Ried, dari University of Adelaide, mengatakan tomat terutama memiliki likopen tingkat tinggi. Ia menambahkan, setengah liter sari buah tomat atau 50 gram pasta tomat setiap hari  menyediakan perlindungan melawan penyakit jantung.  Tetapi jika hanya makan sebuah tomat sehari tidak akan cukup.

"Saya benar-benar merekomendasikan untuk mempertimbangkan pasta tomat. Makanan ini kaya likopen dan tak sulit untuk mendapat 50 gram setiap hari atau dalam pizza atau sebagai minuman. Penelitian kami menunjukkan, bila lebih dari 25 gram likopen dikonsumsi setiap hari, itu bisa mengurangi kolesterol "buruk" hingga lebih dari 10 persen," ujar Ried.

"Itu dapat disamakan dengan pengaruh dosis rendah pengobatan yang umumnya diresepkan tetapi tanpa efek samping, seperti sakit otot dan lemas dan kerusakan saraf," tambahnya.

Likopen juga dapat ditemukan dalam buah semangka, jambu, pepaya, pink grapefruit, aprikot dan rosehip, tetapi dalam konsentrasi lebih rendah.

Makin Banyak Dokter Anjurkan Meditasi

Kini semakin banyak dokter yang tidak hanya mengandalkan obat farmasi untuk kesembuhan pasiennya, tetapi juga terapi komplementer seperti yoga atau meditasi. Data di Amerika Serikat menunjukkan, 3 persen pasien di sana melakukan terapi keseimbangan tubuh dan jiwa karena rekomendasi dokternya.
Pada tahun 2007, 38 persen orang Amerika menggunakan pengobatan alternatif dan komplementer. Terapi keseimbangan tubuh dan jiwa, seperti yoga atau tai-chi yang mulai dikenal sejak tahun 2002, saat ini mengalami kenaikan popularitas hingga 75 persen.
Setelah disurvei, ternyata lebih dari 3 persen orang melakukan terapi atas anjuran dokternya. Penelitian tersebut dilakukan berdasarkan National Health Interview Survey tahun 2007 terhadap 23.000 rumah tangga.
Hasil survei menunjukkan 6,3 juta penduduk menggunakan terapi keseimbangan tubuh dan jiwa berdasarkan rekomendasi dokternya dan 34,8 persen melakukannya atas inisiatif sendiri. Kelompok yang mengikuti saran dokter itu pada umumnya memiliki kesehatan yang lebih buruk.
"Para dokter itu menganjurkan pasiennya untuk melakukan terapi komplementer sebagai upaya terakhir saat terapi konvensional gagal. Karena itu, kami menduga, jika terapi komplementer itu dilakukan sejak awal, mungkin hasilnya lebih baik," kata Dr. Aditi Nerurkar dari Harvard Medical School yang melakukan riset ini.
Kecenderungan yang sama juga bisa dilihat di perkotaan di Indonesia. Meski belum dianjurkan dokter, terapi komplementer seperti yoga atau meditasi kini makin mudah ditemukan, bahkan termasuk dalam program di pusat-pusat kebugaran.
Menurut dr. Surjo Dharmono, Sp.KJ(K) dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, terapi semacam meditasi dianjurkan kepada pasien bukan untuk mengobati penyakit. "Tujuannya adalah mengurangi stres akibat penyakit yang diderita. Ketika stres berkurang, kekebalan tubuh akan meningkat sehingga diharapkan penyakitnya lebih cepat sembuh," katanya yang ditemui beberapa waktu lalu.